Asahan, sabtu 20/7/2024 – sahabattnipolri.com- Kebun Pulu Raja adalah kebun sawit tertua di Indonesia yang ditanam secara komersial mulai 1912 oleh pemerintahan kolonial Belanda.
Pulu Raja yang terletak di Kabupaten Asahan, Sumatra Utara ini merupakan satu dari 30 unit usaha PTPN IV yang mengelola budidaya kelapa sawit.
Sebelum masuk pada subtansi judul diatas ada baiknya mari kita mengenal dulu apa yang dimaksud dengan BUMN(Badan Usaha Milìk Negara).
Modal dalam bentuk aset yang dimiliki BUMN berasal dari penyertaan modal negara yang berasal dari APBN dan merupakan kekayaan negara. Aset BUMN tersebut berasal dari investasi jangka panjang pemerintah untuk memperoleh manfaat ekonomi, sosial dan/atau manfaat lainnya.
Berdasarkan depenisi diatas maka kami dari sahabattnipolri.com mencoba ikut serta sebagai ujud kepedulian terhadap penyelamatan uang negara dari perbuatan orang yang tidak bertanggungjawab.
Hgu(Hak Guna Usaha) Ptpn4 kebun Pulu Raja berada di desa Oerika kecamatan Pulau Rakyat kabupaten Asahan-Sumatera Utara.
Perkebunan berplat merah itu sendiri bergerak pada bidang komoditas perkebunan kelapa sawit dan pengolahan buah kelapa sawit atau yang sering disebut sebagai PKS (Pabrik kelapa sawit)
Data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, pabrik berkapasitas 30 ton/jam tersebut pada priode januari desember 2020 mampu memproduksi CPO 2.806,51ton. Dari sektor perkebunan dengan luas area 4.630,54ha, atau 3.276ha area tanam sektor ini pada priode 2020 mampu menggiring 84788,85 ton tbs (tandan buah segar).
Pks (Pabrik Kelapa Sawit) kebun Pulu Raja berada persis dipinggir jalan Nasional lintas sumatra atau pada 0.2⁰ 42’07⁰ LU 99⁰32’27″BT bagian utara berbatas langsung dengan sungai Asahan yang merupakan sumber air melimpah sebagai salah satu paktor pendukung berdirinya PKS.
Keberadaan PKS yang strategis itu masih dimanjakan lagi dengan sarana penunjang lainya seperti stasiun kereta api yang berjarak hanya beberap ratus meter yang tentu dimanfaatkan untuk transpotasi pengankutan CPO (Crude Palm Oil) sebagai proses akhir dari PKS
Proses awal pendistribusian CPO( Crude Palm Oil) dari PKS ke stasiun kereta api menggunakan angkutan jenis mobil tanki dalam prakteknya terdapat celah yang berpeluang dimanfaatkan oleh oknum demi keuntungan pribadi walaupun ada pengawalan dari pihak keamanan seperti security maupun aparat yang diperbantukan.
Sebagai contoh kami akan memulai dari hal kecil terlebih dahulu pencurian didepan mata yang terjadi berkesinambungan dari waktu ke waktu tanpa ada pencegahan.

Kasus kecil yang kami maksudkan terjadi di unit kerja PTPN4 PKS Pulu Raja
Dugaan pencurian CPO (Crude Palm Oil) milik perusahaan badan umum milik negara (BUMN) di unit ptpn4 kebun Pulu Raja berjalan mulus karena berdalih untuk uji laboratorium.
Aksi dugaan pencurian dilakukan terang terangan tanpa harus mengendap endap atau sembunyi sembunyi karena modusnya cukup terkordinir dengan rapi yang se akan akan aksi tersebut adalah bagian atau sistem kerja dari perusahaan.
Aksi dibalik tembok pagar setinggi 1.5m semakin membuat nyaman seluruh rangkaian aktifitas dari mulai kedatangan mobil tanki pengangkut Cpo, pengabilan sample laboratorium hingga proses pemindahan ke tanki kereta api.
Semua rentetan peristiwa diatas terpantau awak media setelah 12 hari mengamati satu persatu setiap pergerakan personil dilokasi.
sayangnya pihak ptpn4 sendiri sampai tulisan ini kepada pemirsa, tak satupun petinggi dari Ptpn4 kebun Pulu Raja yang bersedia untuk dikonfirmasi, padahal biro Aslab sahabattnipolri.com sudah melayangkan surat resmi untuk konfirmasi.
Menurut salah seorang pekerja kita sebut saja sebagai Udin 46, mengatakan bahwa aksi tersebut sudah berlangsung lama.
” wah, saya tidak ingat lagi kapan aksi ini dimulai, dan kami sebagai pekerja juga tidak tahu untuk apa minyak dalam jerigen ini” ujarnya memulai cerita.
Masih menurut Udin dia juga mengaku pernah bertugas mengambil sample dari setiap mobil tanki yang masuk sebelum dipindahkan ke tanki kereta api.
” sebelum cpo dari mobil tangki kami pindahkan ke tanki kereta api, terlebih dahulu kami mengambil sample 1 jerigen yang katanya untuk keperluan uji laboratorium, setiap mobil tanki diambil 1 jerigen” jelasnya.
” saya juga tidak pernah bertanya mengapa pengambilan sample untuk uji laboratorium sebanyak itu, saya hanya bekerja sebagaimana orang orang bekerja” imbuhnya sambil berlalu melanjutkan pekerjaan.
Menurut salah seorang warga dikomplek PJKA itu dia hanya senyum senyum ketika ditanya mengenai aktifitas itu
” ooo ala bang, jangan pura pura tanya lha, coba nanti ikuti proses awal dari PKS(Pabrik kelapa sawit) sampai ke lokasi ini, hingga dikemanakan jerigen jerigen berisi CPO yang katanya untuk sample itu atau coba juga produk turunannya ”
Jawabnya seakan kembali bertanya.
Bersambung….
Team Liputan
sahabattnipolri.com
Asahan-Labura
Pak Pur.







