SAHABAT TNI-Polri.com Sumut/Medan,Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumatera Utara (Sumut), Mhd Jahari Sitepu, Sabtu (18/11), mengatakan, pihaknya kolaborasi dengan seluruh pihak termasuk TNI/Polri dalam penekan peredaran narkoba ilegal di rumah-rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di daerah ini.
“Caranya, pengawasan melekat 24 jam sehari. Itu pun (kadang) masih bobol. Tapi saya optimis dapat diberangus. Minimal ditekan. Terus ditekan. Kiranya pendekatan koersif dengan sanksi lebih maksimal untuk membuat efek jera,” ujarnya saat mendampingi Menkum HAM Prof Yasona H Laoly PhD meresmikan Christian Centre di Jala Bunga Rampe IV, Desa Durin Tonggal Simalingkar B Deliserdang.
Mhd Jahari Sitepu memastikan, pihak Rutan dan Lapas di Sumut melakukan pengawasan melekat di luar tugas dan tanggung jawab.
“Bagaimana pimpinan di level tersebut bekerja 24 jam sehari. SOP sudah ada, pelaksanaan melebihi. Saya mengapresiasi dan berharap dukungan semua pihak,” tambahnya.
Ia memastikan terbuka untuk setiap informasi dari masyarakat khususnya yang berada di sekitar Rutan dan Lapas di Sumut. “Iya… kita terus razia. Misalnya handphone tetap tak boleh masuk ke dalam,” jelasnya ketika ditanya apakah dukungan peralatan canggih dibutuhkan Rutan dan Lapas di Sumut dalam mengantisipasi kemungkinan transaksi peredaran narkoba.
Menurutnya, di hampir seluruh wialyah di Tanah Air, kasus-kasus penyalahgunaan narkoba meningkat. Penyalahnya pun terus bergenerasi.
“Kami kan sifatnya menjadi pelaksana apa yang diputuskan (di pengadilan) tapi dengan kemampuan pun melakukan penyuluhan agar milenial dan Gen-Z terproteksi,” tambahnya.
Tentang dukungan alat canggih, Mhd Jahari Sitepu menyerahkan sepenuhnya pada Kemenkum HAM sebab setiap perkembangan yang terjadi disampaikan ke pimpinan. “Tetapi kalau soal kapasitas ruang, memang sangat kurang. Kami memaksimalkan fasiliatas itu,” tutupnya.
Wartawan: christianus Surbakti
Korwil SUMUT: christianus Surbakti







