Labura, kamis15/2/2024 sahabattnipolri.Com Usai pemilihan umum 14/2/2024 yang tergolong sukses khususnya di Labuhanbatu Utara ternyata diberbagai sisi masih juga menyisahkan kelemahan yang sepertinya disengaja.
Hasil pantauan awak media pada hari H, animo masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi cukup tinggi, sayangnya hal itu kurang disahuti oleh penyelenggara pemilu itu sendiri sehingga banyak dijumpai kelemahan dalam pelaksanaanya.
Menyikapi hal itu, salah seorang pegiat sosial dari lembaga sosial masyarakat pemantau kinerja aparatur negara pembaharuan-nasional (Lsm Penjara Pn) yang dinakhodai Muhammad yusup harahap dan sekretarisnya Parmono menilai Akuntabilitas penggunaan anggaran pemilihan umum untuk labuhanbatu Utara patut dipertanyakan.
Hal itu didasari banyaknya temuan dilapangan dimana penyelenggara dilevel bawah PPS tidak maksimal dalam menggunakan anggaran yang kami duga bermaksud memperkaya diri sendiri.
“Banyak TPS dibuat asal jadi bahkan yang sangat memprihatinkan ada beberapa TPS menggunakan pasilitas negara” ujar Muhammad Yusup didampingi sekretarisnya di Sangrilla hotel saat coffe morning menyikapi hasil pemilu 15/2/2024.
“Ada TPS di kecamatan Kualuh Hulu dan Kualuh selatan yang menggunakan sekolah dasar negri dan pasar tradisional, padahal KPUD Labura telah mengeluarkan anggaran lewat suratnya nomor : 145/KU-SD/1223/2024 agar penggunaan anggaran dilakukan secara efektif optimal,transparan dan akuntabilitas.”tambah yusup tanpa menyebut nama sekolah dan pasar mana.
Sementara itu, ketua komisi pemilihan umum daerah Labuhanbatu Utara(KPUD-Labura) Edi Susanto saat dikonfirmasi via Applikasi WathsApp hanya mengatakan
“Terimakasih infonya”
Team liputan Sahabattnipolri.com
Biro Labura
MYH/PP







