Asahan, Kamis 29/02/24 Media sahabattnipolri.com – Keberadaan penyakit masyarakat judi togel (Toto Gelap) jenis SGP ( Singapura) dari hasil pantauan awak media di (wilkum) wilayah hukum polsek Pulu raja Asahan- Sumut kian hari kian menjamur laksana jamur dimusim hujan.
Terpantau dibeberapa titik seperti dikecamatan Aek Ledong , Aek Kuasan, Pulu rakyat menyebar sampai kepelosok desa.
Setidaknya ada 4 jenis permainan togel yaitu, SGP(Singapura), SDY (Sidney) MC(Macau) dan KIM (Hongkong).
Untuk judi jenis togel dengan angka tebakan empat angka bandar memberi imbalan yang menggiurkan, dengan modal Rp1000 bandar menjanjikan keuntungan 3 juta rupiah.
Lain lagi dengan togel jenis Macau 4D, bandar menjanjikan 6 juta rupiah untuk empat nomor tebakan dan 25 juta rupiah untuk 5D.
Menurut salah seorang penulis togel dikecamatan Aek Kuasan yang tak ingin disebut namanya berinisial S, mengaku sudah sekitar 8 bulan menulis togel dengan cara mendatangi para pelanggan kini memiliki omset 2 sampai 3 juta / hari. Dari uang tersebut S memperoleh keuntungan 15 sampai dengan 20% dari kordinatornya.
” saya hanya menulis bang, berapa jumlah penulis togel dikecamatan ini yang lebih tahu ya kordinator lapangan. Yang saya tahu disekitar sini saja ada enam orang, kami hanya menulis SGP dan Kim,” ujarnya.
Masih menurut S ketika ditanya apakah tidak takut ditangkap oleh aparat penegak hukum karena menulis judi togel adalah ilegal S hanya senyum senyum dan bergumam
” siabang macam tidak tahu saja, pura pura apa cari keterangan ini ? ” jawabnya sambil berlalu.
Menanggapi maraknya penyakit masyarakat kanitres kepolisian sektor Pulu Raja Adis Abeba ketika dikonfirmasi via Aplikasi WathsApp tidak menjawab.
Sampai berita ini kemeja redaksi kanit reskrim belum memberi komentarnya.
Team liputan
Wartawan Sahabattnipolri.com
Biro Labura/Asahan
M.Ritonga







