Labura: Sahabattnipolri.com- Sudah memasuki bulan Maret 2024 pembangunan jembatan Titi Payung di dusun satu Pardomuan nauli Desa Sialang Taji Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara provinsi Sumatra Utara belum juga terealisasi, Selasa (4/3/24).
Dari pantauan jurnalis media ini dilokasi jembatan Titi Payung yang menghubungkan Empat Kecamatan Kualuh Selatan, Kualuh Hulu, Kualuh Hilir dan Kualuh Leidong yang semestinya sudah ada pengerjaan di bulan Juli 2023 sampai saat ini belum juga ada tanda- tanda untuk di kerjakan oleh pemenang tender PT. Arfa Riski Bersaudara. Yang seharusnya pengerjaan jalan dan jembatan sepaket di kerjakan namun kenyataannya hanya jalan yang di lakukan pengerjaan sedangkan jembatan belum juga ada pengerjaan.
Saat Jurnalis melakukan konfirmasi kepada masyarakat setempat sambil canda gurau yang enggan disebutkan namanya dengan inisial R (43thn) mengatakan. “Sangat kecewa dengan pengerjaan proyek jalan dan jembatan Titi payung di dusun Pulo gombut dan dusun satu Pardomuan nauli yang sangat lama untuk dikerjakan apa lagi jembatan Titi payung baru bulan yang lalu sudah makan korban jiwa dan sampai meninggal dunia.” Ucap warga setempat.
Lanjut Jurnalis bersama Team mengkonfirmasi pengguna jalan dan jembatan sebagai supir mobil truk, Supri (40thn) warga Sonomartani yang setiap hari melintasi jembatan dengan muatan kelapa sawit yang setiap hari untuk melintasi jembatan Titi payung. “saya sangat ekstra hati-hati dan waspada karena jika meleset pasti akan terjun ke sungai Aek kanopan.” Ucap Supri supir truk.
Supri berharap kepada pengesup jalan dan jembatan pemenang tender proyek untuk pembangunan Jembatan cepat dilaksanakan mengingat sebagian material sudah menumpuk di sisi badan jalan seperti besi beton dan paku bumi sudah datang di lokasi jembatan.
Lanjut Jurnalis mengkonfirmasi Ridho dan Ucok sebagai penanggung jawab (Mandor lapangan) via WhatsApp tidak di jawab dan WhatsApp Jurnalis di blokir. Sampai berita ini di terbitkan redaksi pihak PT. Arfa Riski Bersaudara belum ada yang bisa mintai tanggapan.
Liputan Muhammad Yusup Harahap







