Asahan, Senin 18/3/2024 – sahabattnipolri.com.
Dinilai banyak kejanggalan dalam penggunaan dana desa 2020/2023 elemen masyarakat dari Komando Garis Depan (Kogade) Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara-Pembaharuan Nasional ( Lsm Penjara-Pn) M.Ritonga mulai mempertanyakan kinerja kepala desa Leman,S.Ag, desa Aek Nabuntu kecamatan Aek Ledong kabupaten Asahan-Sumut. Demikian keterangan M.Ritonga tadi malam usai mengikuti acara buka bersama dimesjid At,taqwa Kisaran kepada para wartawan.17/3/24
Diakhir kepemimpinan Leman, S.Ag yang menjabat tiga priode sebagai kepala desa apa yang diperbuat beliau dengan anggaran yang cukup basar ?.
” anggaran cukup besar, pembangunan fisik nyaris tidak ada karena terhalang aturan mengingat desa Aek Nabuntu merupakan desa dalam area HGU PT. Socfindo, ada BUMdes, keberadaanya sekarang juga tidak jelas, apa yang diperbuat ? ” jelas M.Ritonga seakan bertanya.
Masih menurut M.Ritonga, lembaganya bekerjasama dengan rekan rekan media telah menyusun kajian dibeberapa desa dikawasan HGU PT.Socfindo, dikecamatan Aek Kuasan seperti desa Aek Nabuntu dan desa Aek Ledong.
“Sebelumnya kita sudah melakukan kajian didesa Perk.Padang Pulau dan kita sudah laporkan ke APH dengan nomor B-757/L.2.23/Fd.1/01/2024 dan sekarang masih dalam proses, jadi kali ini kita ajukan kejanggalan yang terjadi di desa Aek Nabuntu dan desa Afdeling Satu Aek loba, beberapa hari kedepan kita sudah ajukan keAPH ” ujar Ritonga tanpa merinci kejanggalan seperti apa.
“Kita tidak boleh ungkap secara pulgar, biar nanti APH yang mengatakan karena sipatnya kan juga masih dugaan” imbuhnya sembari meminta awak media untuk bersabar menunggu kabar lanjutan.
Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang warga Aek Nabuntu berinisial War,41 mengatakan selama kepemimpinan kepala desa dijabat tiga priode oleh Leman, S.Ag desa ini juga tidak ada kemajuan yang berarti, BUMdes Anugerah yang diharapkan juga masih berputar dikalangan kerabat dan pengurus padahal modal usaha BUMdes cukup besar
” abang lihatlah desa ini, apa perkembanganya, yah tetap begini gini saja. BUMdes memang ada, tapi siapa yang menikmati ? ” Ujar War kepada awak media ini seakan bertanya.
Sementara itu Leman, S.Ag kepala desa Aek Nabuntu ketika dikonfirmasi via appplikasi WhatsApp membantah dugaan warga, beliau mengaku desanya sudah menerapkan anggaran dengan benar, dan mengenai patok tapal batas desa beliau juga membantah kalau desa menganggarkan untuk pembuatan patok tapal batas.
” terimahkasi konfirmasinya, kami pemerintahan desa sudah menjalankan pemerintahan dengan baik, dan desa tidak pernah menganggarkan pembuatan patok tapal batas” tulisnya dalam aplikasi WhatsAp pada minggu 16/3/2024.
Team Liputan
Wartawan Sahabattnipolri.com
Biro Labura- Asahan
(Pak Pur)







