ASAHAN, sahabattnipolri.com – ” ooo ala bang, jangan pura pura tanya lha, coba nanti ikuti proses awal dari PKS(Pabrik kelapa sawit) sampai ke lokasi ini, hingga dikemanakan jerigen jerigen berisi CPO yang katanya untuk sample itu atau coba juga produk turunannya ” Jawabnya seakan kembali bertanya.
Setelah ramainya pemberitaan tentang penguapan hasil produksi CPO dengan dalih untuk cek laboratorium kini pihak PKS Pulu raja yang menyandang sertifikat ISPO dan RSPO pada 25 agustus 2015 silam, kini sibuk melakukan klarifikasi dengan tutorial yang diperankan oleh ketua serikat pekerja perkebunan (SPBun) serta menghadirkan personil laboratorium dan vendor bidang angkutan pengiriman CPO
Kepada awak media Anto, ketua SPBun pada sabtu 20/7/2024 menjelaskan jerigen penuh CPO dimaksud berasal dari hasil cucian gerbong kereta api sesaat sebelum di isi dengan CPO dari mobil tanki. Gerbong tanki kereta api harus bersih agar tidak mempengaruhi kadar CPO.
“sebelum tanki kereta api di isi CPO dari mobil tanki, terlebih dahulu tanki tanki kereta api harus dibersihkan agar tidak mempengaruhi kadar ke asaman CPO” tulisnya dalam aplikasi WhatsApp kepada awak media sembari mengirimkan video tutorial pencucian tanki kereta api.
Akan tetapi anto tidak bisa menjawab ketika awak media mengatakan, sebelum pihak perusahaan mengadakan video tutorial bersipat serimonial itu terlebih dahulu para awak media memantau aktifitas pekerja 12 hari dilapangan.
Dalam pantauan awak media tidak menemukan aktifitas seperti isi di dalam video dan menemukan keganjilan mengapa diambil sample 1 jerigen setiap mobil tanki yang masuk untuk keperluan uji laboratorium dan dikemanakan jerigen jerigen berisi CPO itu.
” saya tidak tahu itu, yang saya ketahui sebelum tanki kereta api di isi CPO air hasil cucian atau bilasan itu dimasukkan kedalam jerigen dan dibawah kembali ke PKS ” ujarnya sedikit gugup.
Yang lebih mencengangkan lagi, dalam video tutorial yang disajikan oleh ketua SPBun itu semua pekerja tidak memakai APD(Alat Pelindung Diri) dan bahkan salah seorang yang katanya dari Laboratorium juga tidak mengenakan pakaian standar seorang pekerja di laboratorium.
Patut diketahui, Alat pelindung diri (APD) merupakan kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja dan orang disekelilingnya. Kewajiban ini sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja republik Indonesia.
Alat pelindung diri (APD) merupakan alat yang sangat penting untuk menunjang kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja terutama untuk yang bekerja dibagian lapangan atau industry.
Dampak dari mengabaikan pemakaian APD biasanya akan terasa dalam waktu jangka panjang, dimana akumulasi dampak tersebut ketika karyawan atau pekerja telah non produktif, untuk itu sangat penting utuk memakai APD sedini mungkin.
Dasar hukum penggunaan alat pelindung diri (APD) induk dari peraturan perundang-undangan K3 adalah Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Anto sebagai ketua SPBun Ptn4 kebun Pulu Raja ketika ditanya apakah dirinya mewakili perusahaan saat membuat tutorial video tersebut beliau tidak menjawab.
Belakangan terendus kabar kalau A.Sipayung sebagai kepala dinas produksi (KDP) dan Anto sebagai ketua SPBun tengah merangkul para jurnalis dikecamatan Pulau Rakyat dengan maksud menyangkal isu yang berkembang ditengah tengah masyarakat
Salah seorang jurnalis yang hadir dari media cetak kepada sahabattnipolri.com menyebutkan dirinya hadir atas undangan dari KDP A.Sipayung untuk mendengarkan penjelasan beliau terkait isi berita sahabattnipolri.com
” awalnya saya ditelpon KDP untuk ngobrol ngobrol, dalam obrolan tersebut beliau juga menjelaskan kalau CPO yang diambil dari mobil tanki tersebut dikembalikan ke PKS untuk mencuci dan itu menguntungkan perusahaan” ujar jurnalis menirukan kata KDP.
Sampai pada bagian ke dua tulisan ini kedapur redaksi, humas Ptn4 kebun Pulu Raja, OtnielTampubolon maupun kepala dinas produksi A. Sipayung masih tetap bungkam saat dikonfirmasi.
Namun menurut Ir. M.Kodri, salah seorang aktifis dan pemerhati Aset Negara bidang pertanian perkebunan dan industri dari
dewan pimpinan Daerah Sumatera Utara via selulernya mengatakan, proses pengambilan sample yang benar adalah….bersambung.
Team Liputan
sahabattnipolri.com
Asahan-Labura
Pak Pur.







